Jumat, 07 Mei 2010

Tak Seharusnya Berhenti

Dikehingan pagi sayapun terbangun dari kematian hati dan jasad, terdengar sayup-sayup adzan subuh dan saya mulai melangkahkan kaki saya mengambil air kehidupan untuk menghilangkan segala kotoran kehidupan, dan saya menuju mesjid seperti biasanya. saya berangkat ke mesjid masih terfikikan bagai mana jalan keluar untuk menyelesaikan masalah organisasi saya, seketika saya tiba di mesjid dan menunaikan shalat shubuh. seusai shlat subuh saya langsung melakukan apa yang sudah saya rencanakan pada malam sebelumnya, karena dalam setiap kegiatan muslim yang baik harus merencankannya, secara detail. Dan waktu pun berlalu tanpa disadari menunjukan pukul 8 . Saya bersama teman merencanakan untuk membuat tepung dari tongkol jagung . Tepung Tongkol jagung tersebut merupakan bahan dasar dalam program kreatifitas mahasiswa. Saya menuju jalan sumatra, tampak dari luar tempat penggilingan atau biasa dikenal sebagai "selep" nampak kotor sebagaimana biasa tempat- tempat yang ada di indonesia. Saya beranikan untuk berbicara ditengah kebisingan deru mesin giling dan pemiliknya berkata tidak bisa, kemudian saya menuju pasar gebang kemudian tanjung dengan hasilnya yang sama. kemudian saya berfikir bahwa tak seharusnya kita berhenti dengan ini kita boleh berhenti untuk melakukan solusinya. Tetap SEMANGAT KARENA HIDUP ADALAH PROSES

Tidak ada komentar:

Posting Komentar